KICK OFF

Informasi Seputar Sepak Bola Dunia

Marco Asensio, Senjata Aston Villa yang Siap Menyakiti PSG 4 Apr 2025, 8:57 am

Marco Asensio

Marco Asensio menjalani masa sulit di PSG. Ia kesulitan mendapatkan menit bermain dan gagal menunjukkan performa terbaiknya. Namun, kepindahan ke Aston Villa mengubah segalanya.

Asensio bergabung dengan Villa pada Februari lalu dengan status pinjaman. Di bawah asuhan Unai Emery, ia menemukan kembali ketajamannya. Kini, ia memiliki kesempatan untuk membuktikan diri saat Villa menghadapi PSG di perempat final Liga Champions.

Dua golnya dalam kemenangan 3-0 atas Club Brugge di leg kedua babak 16 besar menegaskan kualitasnya. Dengan tujuh gol dalam delapan pertandingan, Asensio menjadi pemain kunci bagi Villa. Ia bisa menjadi ancaman serius bagi klub yang masih memegang kontraknya.

Menurut aturan UEFA, PSG tidak dapat melarangnya bermain. Artinya, Asensio bisa menjadi pemain yang justru menyingkirkan PSG dari kompetisi ini.

Karier Marco Asensio yang Terhenti di PSG

Asensio bergabung dengan PSG dari Real Madrid pada 2023. Ia tiba dengan reputasi besar setelah memenangkan tiga gelar Liga Champions bersama Madrid. Namun, kariernya di Prancis tidak berjalan sesuai harapan.

Dalam 18 bulan, ia hanya mencetak tujuh gol dalam 43 pertandingan. Meskipun PSG memenangkan Liga Prancis dan Coupe de France, kontribusinya dianggap minim. Cedera dan persaingan ketat membuatnya kesulitan mendapatkan tempat utama.

Link Terkait Lainnya : Berita Seputar Liga Champions

Kondisi ini membuatnya mencari peluang di tempat lain. Aston Villa menjadi pilihan yang tepat, dan ia langsung menunjukkan performa gemilang.

Kebangkitan di Aston Villa

Sejak pindah ke Villa, Asensio tampil luar biasa. Ia mencetak tujuh gol di semua kompetisi, hanya kalah dari Ousmane Dembele (delapan gol) di antara pemain PSG.

Gol-golnya tidak hanya membawa Villa ke perempat final Liga Champions, tetapi juga membuatnya kembali percaya diri. Ia menikmati perannya di tim dan merasa nyaman di lingkungan barunya.

Ia mengungkapkan rasa senangnya bermain di Villa Park. “Saya sangat bahagia dengan tim, suporter, dan kota ini. Kami terus berkembang dan ingin meraih lebih banyak hal,” katanya.

Peran Unai Emery

Unai Emery memainkan peran besar dalam kebangkitan Asensio. Sang pelatih memahami cara memaksimalkan potensi pemainnya, dan Asensio tidak terkecuali.

Emery berhati-hati dalam memberikan menit bermain kepada Asensio, terutama setelah mengalami cedera di PSG. Ia menekankan pentingnya menjaga kebugaran sang pemain agar bisa tampil optimal.

Mengenai kemungkinan mempermanenkan Asensio, Emery masih belum memberikan jawaban pasti. Namun, jika performanya terus meningkat, Villa bisa mempertimbangkan opsi tersebut di akhir musim.

Asensio dan Duel Melawan PSG

Villa kini bersiap menghadapi PSG di perempat final. Bagi Asensio, ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah kesempatan untuk membuktikan kemampuannya kepada klub yang pernah meragukannya.

Ia tidak ingin terlalu cepat fokus pada laga ini, tetapi sadar akan pentingnya pertandingan tersebut. “Kami akan mempersiapkan diri dengan baik. Ini tantangan besar bagi kami,” ujarnya.

Jika Asensio kembali mencetak gol dan membantu Villa lolos ke semifinal, PSG mungkin akan menyesali keputusan mereka meminjamkannya.

Kasus Pemain Pinjaman Melawan Klub Induk

Situasi Asensio bukan yang pertama dalam sepak bola. Sebelumnya, beberapa pemain pernah menghadapi klub induk mereka dalam kompetisi resmi.

Thibaut Courtois pernah bermain melawan Chelsea saat dipinjamkan ke Atletico Madrid di Liga Champions 2014. Chelsea sempat meminta biaya sekitar Rp50 miliar per pertandingan, tetapi UEFA membatalkan aturan tersebut.

Di Inggris, aturan Premier League kini melarang pemain pinjaman bermain melawan klub induk mereka. Namun, aturan ini tidak berlaku di kompetisi Eropa seperti Liga Champions.

Artikel Marco Asensio, Senjata Aston Villa yang Siap Menyakiti PSG pertama kali tampil pada KICK OFF.

Man United Lepas Anthony Elanga ke Nottingham Forest 2 Apr 2025, 9:14 am

Anthony Elanga

Manajer Manchester United, Ruben Amorim, menegaskan bahwa klub tidak melakukan kesalahan dengan menjual Anthony Elanga ke Nottingham Forest.

Pernyataannya muncul setelah pemain berusia 22 tahun itu mencetak gol spektakuler yang memastikan kemenangan Forest atas United (1-0) dalam laga Premier League.

Elanga mencetak gol kemenangan pada menit kelima setelah melakukan solo run dari dekat kotak penaltinya sendiri sebelum menaklukkan Andre Onana. Meski berhasil mengalahkan mantan klubnya, pemain asal Swedia itu memilih tidak merayakan golnya sebagai bentuk respek terhadap United.

Sejak bergabung dengan Forest pada musim panas 2023 dengan nilai transfer £15 juta, Elanga tampil impresif dengan mencetak tujuh gol dan delapan assist. Meskipun performa apiknya membuat banyak pihak mempertanyakan keputusan United melepasnya. Akan tetapi Amorim tetap mempertahankan pendiriannya.

Artikel Lainnya : Berita Bola Liga Inggris

Amorim: Pemain United Punya Kesempatan

Saat ditanya apakah United salah menjual Elanga, Namun Amorim menjawab dengan tegas bahwa para pemain depan di klub sudah mendapatkan kesempatan mereka. “Kita berbicara tentang banyak pemain depan Manchester United yang memiliki kesempatan di sini,” kata Amorim.

“Di Manchester United, Anda tidak punya banyak waktu. Saya pun tidak akan punya waktu. Selanjutnya kami harus segera mendapatkan hasil yang tepat,” lanjut pelatih asal Portugal itu.

Statistik menunjukkan bahwa Elanga memiliki 28 kontribusi gol dalam dua musim bersama Forest—lebih baik dibandingkan para pemain sayap United dalam periode yang sama. Hal ini semakin memperkuat kritik terhadap keputusan klub.

Tekanan Besar di Manchester United

Meskipun Elanga kini bersinar bersama Forest, Untuk itu Amorim tetap berpendapat bahwa tekanan di United jauh lebih besar di bandingkan klub lain.

“Anda tidak berbicara tentang pemain yang tidak pernah bermain untuk Manchester United,” ujarnya. “Mereka bermain untuk United.”

“Di sini, tekanannya sangat besar dan terkadang Anda tidak memiliki cukup waktu untuk berkembang,” tambahnya.

“Untuk itu, Anda membutuhkan fondasi yang kuat guna mendukung para pemain muda. Jika tidak, kami tidak bisa membantu mereka berkembang.”

Elanga sendiri telah lama menjadi bagian dari United sejak bergabung di akademi pada usia 12 tahun.

Ia melakukan debut seniornya pada Mei 2021 saat berusia 19 tahun. Oleh karena itu, setelah menemukan performa terbaiknya di Forest, ia menjadi bukti bahwa tekanan di Old Trafford bisa menjadi penghalang bagi pemain muda untuk berkembang.

Artikel Man United Lepas Anthony Elanga ke Nottingham Forest pertama kali tampil pada KICK OFF.

Antoine Griezmann Lewati Rekor Lionel Messi di La Liga 30 Mar 2025, 9:29 am

Antoine Griezmann

Antoine Griezmann kembali mencatat sejarah di La Liga. Penyerang Atletico Madrid ini menjadi pemain non-Spanyol dengan jumlah penampilan terbanyak di kompetisi tersebut.

Griezmann resmi melewati rekor yang sebelumnya di pegang oleh Lionel Messi. Ia mencatatkan penampilan ke-521 di La Liga saat Atletico bermain imbang 1-1 melawan Espanyol, Sabtu (29/3/2025) malam WIB.

Messi sebelumnya memegang rekor ini dengan 520 penampilan bersama Barcelona. Rekor tersebut bertahan sejak 2021 sebelum akhirnya dilampaui oleh Griezmann.

Pencapaian ini menegaskan konsistensi Griezmann di sepak bola Spanyol. Ia telah tampil untuk tiga klub berbeda dan terus menjadi andalan di lini depan.

Artikel Lainnya : Info Seputar Liga Spanyol

Perjalanan Awal: Dari Segunda ke Panggung Eropa

Griezmann memulai karier profesionalnya di Real Sociedad. Ia menjalani debut seniornya pada 2009 dan membantu klub meraih promosi ke La Liga.

Pada musim 2009/2010, Griezmann mencetak enam gol dari 40 penampilan di semua kompetisi. Kontribusinya membawa Real Sociedad kembali ke kasta tertinggi setelah tiga musim di divisi kedua.

Debut La Liga-nya terjadi pada Agustus 2010 saat menghadapi Villarreal. Sejak itu, ia berkembang menjadi pemain kunci dan membawa timnya ke Liga Champions pada 2013.

Kesuksesan di Atletico dan Kegagalan di Barcelona

Pada 2014, Atletico Madrid merekrut Griezmann dengan biaya 30 juta euro (sekitar Rp520 miliar). Ia langsung bersinar di bawah asuhan Diego Simeone.

Pada musim pertamanya, ia mencetak 22 gol dalam 37 pertandingan La Liga. Ia juga menjadi pemain Prancis kedua setelah Karim Benzema yang mencapai 100 gol di La Liga.

Namun, ketika bergabung dengan Barcelona pada 2019, kariernya mengalami penurunan. Ia kesulitan beradaptasi dan sering dimainkan di posisi yang tidak ideal.

Antoine Griezmann Kembali ke Atletico dan Jadi Legenda Klub

Pada 2021, Griezmann kembali ke Atletico dengan status pinjaman. Meski awalnya kesulitan, ia mulai menemukan performa terbaiknya di musim 2022/2023.

Di musim itu, ia mencetak 16 gol dan 18 assist di La Liga. Ia menjadi pemain dengan kontribusi gol terbanyak di liga, mengalahkan Robert Lewandowski.

Pada 2023, ia mencatat rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Atletico. Kini, ia terus berjuang membawa timnya bersaing di papan atas.

Mengejar Rekor Baru di La Liga

Griezmann kini mendekati rekor lainnya di LaLiga. Ia hanya butuh dua gol lagi untuk mencapai 200 gol di kompetisi ini.

Jika berhasil, ia akan menjadi pemain non-Spanyol keenam yang mencapai angka tersebut. Ia juga bisa menjadi pemain keempat di abad ke-21 yang mencapainya, setelah Messi, Cristiano Ronaldo, dan Benzema.

Di usianya yang ke-34, Griezmann masih menjadi andalan Atletico. Ia terus menunjukkan ketajaman dan ambisinya untuk meraih lebih banyak rekor.

Artikel Antoine Griezmann Lewati Rekor Lionel Messi di La Liga pertama kali tampil pada KICK OFF.

Perjalanan Karier Fabio Grosso, Piala Dunia dan Insiden Hampir Merenggut Nyawanya 27 Mar 2025, 8:26 am

Fabio Grosso

Fabio Grosso adalah sosok yang akan selalu di ingat dalam sejarah sepak bola Italia. Perannya di Piala Dunia 2006 menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sepak bola. Ia mencetak gol penting di semifinal melawan Jerman dan mengeksekusi penalti kemenangan di final melawan Prancis.

Kini, pada usia 47 tahun, Grosso telah beralih ke dunia kepelatihan. Ia saat ini menangani Sassuolo di Serie B setelah sebelumnya melatih beberapa klub, termasuk Lyon. Meski banyak yang ingin membicarakan momen Piala Dunia 2006, Grosso lebih fokus pada perjalanan yang membawanya ke sana.

Perjalanan kariernya penuh dengan tantangan dan persimpangan jalan yang menentukan masa depannya. Dari seorang gelandang kreatif yang berubah menjadi bek kiri hingga insiden mengerikan di Prancis, semuanya membentuk dirinya. Grosso mengaku bahwa kehidupannya di sepak bola adalah rangkaian keputusan yang membawa dampak besar.

Dalam wawancara dengan Repubblica, Grosso mengungkapkan berbagai pengalaman yang telah ia lalui. Ia berbicara tentang perjalanannya dari pemain amatir menjadi juara dunia, serta insiden saat bus tim Lyon di serang yang hampir merenggut nyawanya.

Artikel Terkait Lainnya : Berita Seputar Liga Italia

Perjalanan Menjadi Pahlawan Piala Dunia

Fabio Grosso tidak langsung menjadi bintang di sepak bola Italia. Ia mengawali karier di Serie C2 hingga akhirnya menembus Serie A bersama Palermo. Saat bergabung dengan tim nasional Italia, ia bukanlah nama besar yang diharapkan menjadi pahlawan.

Namun, keberanian dan kerja kerasnya membuatnya tampil luar biasa di Piala Dunia 2006. Golnya di semifinal melawan Jerman menjadi titik balik yang membawa Italia ke final. Ia juga menjadi penendang penalti terakhir yang memastikan kemenangan Azzurri atas Prancis.

Meski demikian, Grosso mengaku tak terlalu suka membicarakan penalti tersebut. Baginya, momen itu hanyalah bagian kecil dari perjalanan panjang yang telah ia lalui.

“Masalahnya adalah ekspektasi umum yang di miliki orang-orang. Saya bukan Antonio Cabrini, bukan Paolo Rossi, atau Toto Schillaci, tetapi semua orang mengharapkan saya seperti mereka,” ujar Grosso.

“Itulah mengapa saya tidak suka membicarakan penalti saya di Berlin. Itu hanya satu momen, tetapi saya telah menjalani begitu banyak kehidupan sebelum dan sesudah momen itu. Tidak banyak orang yang menyadarinya, tapi tak masalah.”

Dari Gelandang Menjadi Bek Kiri

Grosso sebenarnya bukanlah bek kiri sejak awal kariernya. Ia selalu memakai nomor 10 dan bermain sebagai gelandang serang. Namun, perubahan posisinya terjadi secara tidak terduga saat ia membela Perugia.

Suatu hari, bek kiri tim terkena skorsing dan Grosso di minta mengisi posisi tersebut. Penampilannya yang baik membuatnya tetap di percaya di posisi itu. Jika bukan karena kesempatan itu, mungkin ia tidak akan pernah mencapai Serie A.

“Saya lebih seorang seniman daripada bek sayap, saya selalu mengenakan jersey nomor 10. Lalu di Perugia, bek kiri terkena skorsing dan saya mengisi posisinya. Daripada di jual ke Serie C, saya justru menjadi pemain reguler di Serie A dan hidup baru pun dimulai,” tegasnya.

“Saat dihadapkan pada persimpangan, saya hampir selalu memilih jalan yang benar. Saya tidak punya penyesalan, karena saya selalu menjadi diri sendiri.”

Insiden Mengerikan Fabio Grosso di Prancis

Pada 2023, Grosso mengalami kejadian yang hampir merenggut nyawanya. Saat menjadi pelatih Lyon, bus timnya diserang oleh suporter Marseille. Sebuah botol kaca menembus jendela dan melukai wajahnya.

Grosso mendapatkan 15 jahitan di atas mata kirinya akibat kejadian tersebut. Ia merasa beruntung karena jika sedikit saja posisi kepalanya berbeda, botol itu bisa menghantam pelipisnya dan menyebabkan cedera fatal.

“Saya baru saja menoleh untuk menutup tirai jendela, dan mungkin itu yang menyelamatkan hidup saya, karena botol itu seharusnya menghantam pelipis saya. Sebagai gantinya, botol itu mengenai bagian atas mata kiri saya. Saya mendapat 15 jahitan,” ungkap Grosso.

“Saat itu, saya menyadari bagaimana rasanya hampir mati seketika. Itu adalah persimpangan lain dalam hidup saya. Bahkan, kemarin mereka mengeluarkan tiga pecahan kaca lagi, karena dokter Prancis lupa mengeluarkannya…

“Anda bisa melihat bekas lukanya, hasil jahitannya memang tidak terlalu bagus, tapi setidaknya saya masih di sini untuk menceritakan semuanya,” tutupnya.

Artikel Perjalanan Karier Fabio Grosso, Piala Dunia dan Insiden Hampir Merenggut Nyawanya pertama kali tampil pada KICK OFF.

Raheem Sterling Kembali Ke Ferforma Terbaiknya di Arsenal 25 Mar 2025, 5:16 am

Sterling

Kepercayaan diri Raheem Sterling kini meningkat pesat setelah penampilannya yang gemilang dalam laga Arsenal vs PSV Eindhoven, Kamis (13/3/2025) dini hari.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Emirates Stadium. Raheem berhasil memberikan dua assist penting yang membawa Arsenal melaju ke perempat final Liga Champions dengan agregat 9-3. Momen ini menjadi titik balik bagi Sterling, yang sebelumnya mengalami masa sulit di klub barunya.

Setelah bergabung dengan Arsenal dari Chelsea dengan status pinjaman, Raheem sempat kesulitan menemukan performa terbaiknya. Ia hanya mencetak satu gol sejak September lalu dan sebagian besar penampilannya di Liga Premier berlangsung dari bangku cadangan.

Namun, penampilan melawan PSV menunjukkan bahwa ia mulai menemukan kembali kepercayaan dirinya dan kontribusi yang lebih berarti untuk tim.

Artikel Lainnya : Berita Seputar Liga Champions

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, memberikan pujian kepada Sterling atas kontribusinya yang signifikan dalam pertandingan tersebut. Arteta mencatat bahwa Raheem telah menunjukkan peningkatan kepercayaan diri yang jelas, terutama dalam upayanya untuk mencetak gol dan membantu tim.

Meskipun tidak mencetak gol, dua assist yang di berikan Sterling sangat krusial dan menunjukkan betapa pentingnya ia bagi Arsenal.

Peningkatan Kepercayaan Diri Raheem

Raheem Sterling mengungkapkan keyakinannya untuk tetap berkontribusi dalam perjuangan Arsenal meraih trofi musim ini.

“Saya masih percaya bahwa saya memiliki peran besar yang harus di mainkan.”

Dengan Arsenal yang saat ini tertinggal 15 poin dari pemimpin klasemen Liga Premier, peluang untuk meraih trofi tampaknya lebih realistis melalui kompetisi Eropa.

Sterling, yang di akui sebagai pemain terbaik pada laga melawan PSV, merasa optimis meskipun harus absen pada leg pertama perempat final melawan Real Madrid akibat akumulasi kartu kuning.

“Saya percaya bahwa saya masih memiliki banyak hal untuk di lakukan di sini, baik dalam 10 menit, 45 menit, atau sebagai starter. Saya hanya perlu siap dan berusaha membantu tim sebanyak mungkin,” tambah Sterling.

Statistik Menarik Raheem di Liga Champions

Dengan dua assist yang dicetaknya, Sterling kini menjadi pemain Inggris pertama yang terlibat dalam setidaknya satu gol untuk empat klub berbeda di Liga Champions.

Ia telah berkontribusi dalam 46 gol di kompetisi ini, dengan rincian 27 gol dan 19 assist. Hanya ada tiga pemain Inggris yang memiliki catatan lebih baik, yaitu David Beckham, Harry Kane, dan Wayne Rooney.

Keberhasilan Sterling dalam mencetak assist juga menunjukkan bahwa ia masih memiliki kemampuan yang sangat di butuhkan oleh Arsenal. Meskipun ia kesulitan untuk mencetak gol, kontribusinya dalam menciptakan peluang bagi rekan-rekannya sangat berharga.

Artikel Raheem Sterling Kembali Ke Ferforma Terbaiknya di Arsenal pertama kali tampil pada KICK OFF.

Mohamed Salah, Predator Gol Semakin Jauh di Puncak Top Skor EPL 21 Mar 2025, 3:57 pm

Mohamed Salah

Mohamed Salah kembali menunjukkan tajinya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Bintang Liverpool ini memimpin perburuan top skor Premier League musim 2024/2025 dengan torehan 25 gol. Ketajamannya di depan gawang membuat jarak yang cukup signifikan dengan para pesaingnya.

Keunggulan Salah cukup signifikan. Erling Haaland dan Alexander Isak, dua penyerang haus gol lainnya, baru mengemas 19 gol. Performa impresif Salah ini semakin mengukuhkan statusnya sebagai mesin gol andalan Liverpool dan Liga Premier Inggris.

Prestasi Salah ini sungguh luar biasa. Ia bahkan menyamai rekor Lionel Messi di musim 2014/2015, di mana Messi mencetak gol dan memberikan assist dalam 11 pertandingan. Salah juga sukses melampaui torehan gol Frank Lampard sepanjang kariernya di Premier League.

Dengan torehan golnya saat ini, Salah kini membidik rekor gol Sergio Aguero di Premier League. Satu gol tambahan saat Liverpool menang 2-0 atas Manchester City di pekan ke-26 Premier League 2024/2025, Minggu (23/2/2025) malam WIB, semakin memperkokoh posisi Salah di puncak klasemen top skor dan membuat The Reds kokoh di puncak klasemen.

Artikel Lainnya : Berita Bola Liga Inggris

Raih 25 Gol, Salah Dekati Rekor Aguero

Mohamed Salah telah mencetak 25 gol di Premier League musim ini. Jumlah tersebut sudah melampaui torehan gol Frank Lampard sepanjang kariernya di liga.

Dengan torehan gol yang luar biasa ini, Salah semakin dekat untuk menyamai, bahkan melampaui, rekor gol Sergio Aguero di Premier League. Apakah Salah akan mampu memecahkan rekor tersebut?

Pertanyaan tersebut akan menjadi tantangan tersendiri bagi Salah dan Liverpool di sisa musim ini. Pertandingan-pertandingan selanjutnya akan menjadi penentu apakah Salah akan mampu menorehkan sejarah baru di Premier League.

Samai Rekor Messi, Mohamed Jadi Ancaman di Setiap Laga

Salah menyamai rekor Lionel Messi dengan mencetak gol dan memberikan assist dalam 11 pertandingan. Prestasi ini menunjukkan konsistensi dan kehebatan Salah di depan gawang.

Ketajaman Salah tidak hanya terlihat dari jumlah golnya, tetapi juga dari kontribusinya dalam menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Ia menjadi ancaman nyata bagi setiap tim yang dihadapinya di Premier League.

Kemampuan Salah dalam mencetak gol dan memberikan assist menjadikannya aset berharga bagi Liverpool. The Reds bergantung pada ketajaman Salah untuk meraih kemenangan demi kemenangan di setiap laga.

Konsistensi Mohamed Jadi Kunci Keberhasilan Liverpool

Konsistensi penampilan Mohamed Salah menjadi kunci keberhasilan Liverpool di Premier League musim ini. Torehan 25 golnya menjadi bukti nyata ketajaman dan konsistensinya.

Kehadiran Salah di lini depan Liverpool memberikan ancaman serius bagi pertahanan lawan. Ia mampu mencetak gol dari berbagai situasi dan menjadi pemain kunci dalam skema permainan The Reds.

Dengan sisa musim yang masih panjang, Salah berpeluang menambah pundi-pundi golnya. Konsistensi dan ketajamannya akan terus menjadi senjata utama Liverpool dalam meraih gelar juara Premier League musim ini.

Artikel Mohamed Salah, Predator Gol Semakin Jauh di Puncak Top Skor EPL pertama kali tampil pada KICK OFF.

Dusan Vlahovic Siap Beri Bukti, Bukan Janji 20 Mar 2025, 4:12 pm

Dusan Vlahovic

Dusan Vlahovic menunjukkan performa impresif saat membawa Juventus meraih kemenangan 1-0 atas Cagliari dalam lanjutan Serie A. Striker asal Serbia itu mencetak gol tunggal kemenangan Bianconeri sekaligus memberikan pesan tegas tentang persaingan ketat di tim.

Meski sempat duduk di bangku cadangan, Vlahovic membuktikan bahwa dirinya tetap siap berkontribusi kapan pun di butuhkan. Kemenangan ini juga menjadi angin segar bagi Juventus setelah tersingkir dari Liga Champions di tangan PSV Eindhoven.

Sementara itu, bek Juventus, Federico Gatti, turut menyoroti perlunya peningkatan performa tim, terutama dalam mengontrol permainan saat unggul. Dengan hasil ini, Juventus kini memantapkan posisi mereka di papan atas Serie A.

Artikel Terkait Lainnya : Berita Bola Liga Italia

Vlahovic dan Gol Penting untuk Juventus

Dusan Vlahovic menjadi pahlawan kemenangan Juventus setelah memanfaatkan kesalahan Yerry Mina untuk mencetak gol ke gawang Cagliari. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Bianconeri dalam pertandingan yang berlangsung ketat di Sardinia.

Striker Serbia itu mengungkapkan bahwa golnya di rayakan dengan gaya khusus sebagai bentuk penghormatan kepada tim fisioterapi Juventus.

“Saya melakukan selebrasi ala basket untuk para fisioterapis. Kami punya kesamaan, dan mereka meminta saya merayakan gol seperti itu jika saya mencetak gol hari ini,” ujar Vlahovic kepada DAZN.

Meski sempat duduk di bangku cadangan, Vlahovic menegaskan bahwa dirinya tidak merasa terbebani dengan persaingan ketat di lini depan Juventus.

“Saya sangat tenang karena saya seorang profesional dan selalu siap membantu tim. Ini tidak membebani saya, dan saya tahu bahwa ketika saya bermain, saya harus memberikan segalanya,” tambahnya.

Gatti Soroti Perlunya Peningkatan Performa Tim

Federico Gatti, bek Juventus, mengakui bahwa timnya harus belajar mengontrol permainan dengan lebih baik, terutama saat unggul. Meski berhasil mempertahankan clean sheet, Cagliari sempat memberikan tekanan serius di babak kedua.

“Jika kita ingin mencapai target tertentu, kita tidak boleh bermain seperti di babak kedua. Kami menyadari bahwa Cagliari bermain bagus di kandang dan sering menimbulkan masalah bagi banyak tim, tapi kami harus bisa mengubah peluang menjadi gol di babak pertama,” kata Gatti kepada DAZN.

Gatti juga menekankan pentingnya fokus pada kualifikasi Liga Champions setelah tersingkir dari kompetisi Eropa.

“Kami tidak bisa menyembunyikan bahwa tersingkir dari Liga Champions adalah pukulan berat. Tapi, kami harus bangkit dan terus berjuang,” pungkasnya.

Kemenangan atas Cagliari membuat Juventus kini mengumpulkan 49 poin dan kini unggul dua poin dari Lazio di posisi keempat serta hanya terpaut delapan poin dari Inter Milan yang memimpin klasemen Liga Italia.

 

Artikel Dusan Vlahovic Siap Beri Bukti, Bukan Janji pertama kali tampil pada KICK OFF.

Luka Modric, Serdadu Veteran Jadi Jantung Permainan Real Madrid 19 Mar 2025, 2:14 pm

Luka Modric

Pada Minggu, 23 Februari 2025, Luka Modric kembali menunjukkan bahwa dia adalah jantung permainan Real Madrid dengan mencetak gol spektakuler dan membantu tim meraih kemenangan 2-0 atas Girona di Santiago Bernabeu. Pertandingan ini menjadi momen penting bagi Madrid, yang berusaha menjaga persaingan di papan atas La Liga. Modric, meskipun sudah berusia 39 tahun, membuktikan bahwa pengalaman dan kualitasnya masih sangat di butuhkan di lapangan.

Gol Modric tercipta pada menit ke-41 dengan tendangan voli yang mengagumkan dari luar kotak penalti, menembus gawang Girona. Gol ini bukan hanya membuka keunggulan tim, tetapi juga menjadi penentu momentum pertandingan. Penampilan yang luar biasa dari gelandang Kroasia itu membuatnya layak dinobatkan sebagai man of the match, dengan rating tinggi rata-rata 9/10 dari beberapa sumber.

Madrid tampil dominan dalam pertandingan La Liga ini, dengan penguasaan bola mencapai 63% dan menciptakan 22 tembakan, sementara Girona hanya mampu melepas enam tembakan. Meski tim secara keseluruhan kurang tajam di lini depan, kontribusi Modric menjadi salah satu faktor kunci dalam kemenangan ini.

Artikel Lainnya : Berita Seputar Liga Spanyol

Gol Spektakuler Luka Modric yang Mengubah Arah Pertandingan

Gol yang dicetak Modric terbilang spektakuler. Tendangan voli yang akurat dan indah itu tidak hanya menunjukkan kemampuan teknisnya, tetapi juga ketepatan waktu dan posisi yang sangat baik.

Gol ini menjadi simbol dari kualitas Modric yang tak lekang oleh waktu.

Sejak awal pertandingan, Modric mengendalikan permainan dari lini tengah. Dia memainkan peran penting dalam distribusi bola dan mengatur tempo permainan. Keberadaannya di lapangan memberikan kepercayaan diri bagi rekan-rekannya. Ini terlihat dari cara Madrid menguasai jalannya pertandingan.

Pengatur Permainan yang Tak Terbantahkan

Selain mencetak gol, Modric juga berperan sebagai pengatur permainan yang efektif. Dia memiliki visi permainan yang tajam dan kemampuan untuk membaca situasi di lapangan. Ini membuatnya menjadi pemain kunci dalam mengendalikan alur permainan Madrid.

Statistik menunjukkan bahwa Modric berhasil melakukan sejumlah operan kunci yang membuka ruang bagi serangan Madrid. Dengan pengalaman yang dimilikinya, dia mampu mengatur tempo dan memutus serangan lawan, menjadikannya sosok yang tak tergantikan di lini tengah.

Meskipun bukan lagi pemain utama, keberadaan Modric masih sangat penting bagi Madrid.

Kemenangan yang Memperkuat Posisi di Papan Atas

Selain gol Modric, Vinicius Junior juga mencetak gol pada menit ke-83, menambah keunggulan Madrid. Kemenangan ini menunjukkan bahwa meskipun tim mengalami beberapa kesulitan, kualitas individu dari pemain-pemain seperti Modric dan Vinicius menjadi penentu.

Kemenangan 2-0 atas Girona ini sangat penting bagi Madrid dalam persaingan di papan atas La Liga. Dengan hasil ini, Madrid menyamai poin Barcelona di puncak klasemen. Madrid masih berada di posisi kedua karena kalah head-to-head.

Girona, meskipun memberikan perlawanan yang baik, kesulitan untuk menciptakan peluang berbahaya. Mereka kini berada di peringkat ke-12 klasemen, menunjukkan bahwa perbedaan level antara kedua tim sangat mencolok.

Dengan penampilan luar biasa, Modric sekali lagi membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tampil gemilang. Kualitas dan dedikasinya untuk tim membuatnya tetap menjadi jantung permainan.

Artikel Luka Modric, Serdadu Veteran Jadi Jantung Permainan Real Madrid pertama kali tampil pada KICK OFF.

Kevin Diks Tampil Maksimal Lawan Chelsea, Posisi Bek Tengah 18 Mar 2025, 5:10 am

Kevin Diks

Jumat, 14 Maret 2025, FC Copenhagen bertandang ke Stamford Bridge untuk menghadapi Chelsea dalam leg kedua babak 16 besar UEFA Conference League. Dalam pertandingan ini, Kevin Diks, bek tengah asal Indonesia, bermain selama 90 menit penuh.

Sayangnya, meskipun tampil maksimal, performanya di nilai kurang memuaskan oleh banyak pengamat, dan FC Copenhagen harus menerima kekalahan 0-1 dari Chelsea.

Gol tunggal Chelsea di cetak oleh Kiernan Dewsbury-Hall pada menit ke-55, yang membuat FC Copenhagen tersingkir dari kompetisi dengan agregat 1-3. Diks, yang baru pulih dari cedera pergelangan kaki, di harapkan bisa memberikan kontribusi lebih untuk timnya.

Namun, penilaian terhadap penampilannya bervariasi, dengan beberapa sumber memberikan nilai 5.9 dari FotMob, menjadikannya sebagai pemain dengan performa yang kurang memuaskan di antara rekan-rekannya.

Walaupun Dia mencatatkan statistik yang cukup baik, seperti umpan akurat 88% dan 50 sentuhan bola, keberhasilannya dalam tekel dan intersep sangat minim.

Artikel Lainnya : Info Seputar Liga Eropa

Performa Kevin Diks di Stamford Bridge

Kevin Diks tampil sebagai bek tengah dan berusaha keras untuk menjaga lini pertahanan FC Copenhagen. Meskipun statistiknya menunjukkan 88% akurasi umpan dan 100% akurasi umpan panjang, ia tidak mampu memberikan dampak signifikan dalam serangan.

Dalam hal defensif, Diks terlibat dalam 4 duel perebutan bola, namun hanya mencatatkan 2 clearance dan 4 aksi defensif. Dalam pertandingan ini, Diks tidak dapat mencatatkan intersep, yang menunjukkan bahwa ia kesulitan untuk membaca permainan lawan.

Diks sulit berkontribusi dalam menghalau serangan Chelsea, yang membuat timnya kesulitan untuk meraih hasil positif. Meskipun bermain penuh, performanya tidak cukup untuk membantu tim meraih kemenangan.

Analisis Kekalahan FC Copenhagen

FC Copenhagen sebenarnya menunjukkan performa yang cukup baik sepanjang pertandingan. Mereka mampu menekan Chelsea di beberapa kesempatan, tetapi penyelesaian akhir yang buruk menjadi penghambat utama untuk mencetak gol. Tim asal Denmark ini berjuang keras, namun tidak berhasil memanfaatkan peluang yang ada.

Dengan kekalahan ini, FC Copenhagen harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari UEFA Conference League. Hasil agregat 1-3 menunjukkan bahwa meskipun mereka berusaha, Chelsea tetap lebih unggul dalam kedua leg pertandingan. Penampilan Dia dan rekan-rekannya di leg kedua menjadi sorotan, terutama karena mereka tidak mampu membalikkan keadaan.

Kabar Baik untuk Kevin Diks dan Timnas Indonesia

Di balik kekalahan ini, ada kabar baik bagi Kevin Diks. Ia telah pulih sepenuhnya dari cedera yang di deritanya sebelumnya, dan ini menjadi sinyal positif menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026. Di harapkan, pemulihan ini akan membantunya kembali ke performa terbaiknya dan memberikan kontribusi bagi Timnas Indonesia.

Dengan pengalaman yang di dapat dari pertandingan melawan Chelsea, Diks di harapkan bisa belajar dan meningkatkan performanya di laga-laga mendatang. Meski hasil di Stamford Bridge tidak sesuai harapan, semangat dan kerja kerasnya patut di apresiasi. Timnas Indonesia akan sangat mengandalkan kemampuan Diks di kualifikasi mendatang.

Artikel Kevin Diks Tampil Maksimal Lawan Chelsea, Posisi Bek Tengah pertama kali tampil pada KICK OFF.

Lautaro Martinez, Jenderal Serangan Inter Milan yang Mengoyak Pertahanan Genoa 16 Mar 2025, 9:58 am

Lautaro Martinez

Inter Milan meraih kemenangan tipis 1-0 atas Genoa dalam lanjutan kompetisi Serie A yang berlangsung di Giuseppe Meazza, Minggu (23/2/2025) dini hari WIB. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin untuk Nerazzurri, tetapi juga mengantarkan mereka ke puncak klasemen Serie A, menggusur Napoli yang sebelumnya menduduki posisi tersebut. Lautaro Martinez menjadi bintang di pertandingan ini, berperan sebagai jenderal serangan yang memecahkan kebuntuan di menit ke-80.

Sejak awal pertandingan, Inter tampil dominan dan berusaha mengendalikan permainan. Namun, Genoa menunjukkan pertahanan yang solid, membuat tim tuan rumah kesulitan untuk menciptakan peluang berbahaya. Meskipun Inter mendominasi penguasaan bola, mereka harus berjuang keras untuk menemukan celah di barisan pertahanan Genoa yang terorganisir dengan baik.

Setelah berusaha selama 80 menit, Lautaro Martinez akhirnya menjadi pahlawan bagi Inter. Dia sukses memanfaatkan umpan sepak pojok dari Hakan Calhanoglu untuk mencetak gol tunggal dalam pertandingan ini. Gol tersebut tidak hanya membawa Inter meraih kemenangan, tetapi juga memberikan kepercayaan diri bagi tim menjelang laga-laga berikutnya.

Artikel Lainnya : Info Seputar Liga Italia

Lautaro Martinez: Pahlawan di Tengah Kebuntuan

Dalam pertandingan ini, Lautaro Martinez menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang andalan. Meskipun Genoa mampu membuat Inter frustrasi hingga pertengahan babak kedua, ketenangan dan ketajaman Lautaro Martinez di depan gawang menjadi kunci bagi keberhasilan tim. Gol yang dicetaknya menjadi bukti bahwa dia selalu siap mengambil tanggung jawab dalam situasi krusial.

Dengan tambahan tiga poin, Inter kini mengoleksi 57 poin dari 26 laga. Inter kini unggul satu poin atas Napoli, yang secara mengejutkan kalah 1-2 di kandang Como.

Kemenangan atas Genoa sangat penting bagi Inter. Dengan melesat ke puncak klasemen, mereka sekarang memegang kendali dalam perburuan Scudetto.

Analisis Pertandingan: Inter Milan vs Genoa

Secara keseluruhan, Inter Milan menunjukkan performa yang solid meskipun tidak mudah untuk menembus pertahanan Genoa. Beberapa pemain kunci seperti Hakan Calhanoglu dan Nicolo Barella berusaha keras untuk menciptakan peluang, tetapi Genoa tetap tampil disiplin. Inter harus beradaptasi dengan taktik lawan yang mengandalkan permainan bertahan.

Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Inter mencatatkan 62% penguasaan bola dan menciptakan 18 tembakan, tapi hanya 5 yang mengarah ke gawang. Hal ini menandakan bahwa meskipun mereka mendominasi, penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diperbaiki.

Dengan hasil ini, Inter  semakin percaya diri dalam menghadapi laga-laga selanjutnya. Mereka harus terus menjaga performa dan fokus karena persaingan di Serie A masih ketat. Kemenangan ini juga menunjukkan bahwa Lautaro Martinez adalah sosok yang tidak hanya mampu mencetak gol, tetapi juga memimpin timnya dalam situasi sulit.

Artikel Lautaro Martinez, Jenderal Serangan Inter Milan yang Mengoyak Pertahanan Genoa pertama kali tampil pada KICK OFF.

Page processed in 8.755 seconds.

Powered by SimplePie 1.4-dev, Build 20170403172323. Run the SimplePie Compatibility Test. SimplePie is © 2004–2025, Ryan Parman and Geoffrey Sneddon, and licensed under the BSD License.